Wajah Baru Website Desa Banyuanyar: Bukti Nyata Inovasi Mahasiswa KKN UNS dalam Menghidupkan Kembali Desa Digital

Desa Banyuanyar, Boyolali - Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tata kelola desa. Kini, desa tidak hanya dikenal sebagai sebuah wilayah administratif, tetapi juga sebagai entitas yang mampu menampilkan diri secara digital. Hal inilah yang kini terjadi di Desa Banyuanyar, yang baru saja meluncurkan website resmi desa berkat kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Mahasiswa KKN Kelompok 19 UNS yang melaksanakan program pengabdian masyarakat pada 8 Juli hingga 23 Agustus 2025 menjadikan pembuatan website desa sebagai program kerja utama mereka. Ide ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi oleh perangkat desa, yakni website lama Desa Banyuanyar yang sudah lama tidak aktif. Website tersebut sebelumnya dibangun menggunakan platform WordPress, namun karena kendala teknis berupa lupa password administrator, website tidak dapat diperbarui lagi. Akibatnya, informasi mengenai kegiatan desa, layanan, maupun berita-berita terbaru tidak bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Kondisi inilah yang kemudian mendorong mahasiswa KKN UNS Kelompok 19 untuk menghadirkan solusi nyata. Dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi, mereka membangun website baru yang tidak hanya menghidupkan kembali wajah digital Desa Banyuanyar, tetapi juga menghadirkan banyak kelebihan dibandingkan versi sebelumnya. Selain pembuatan website, pada tanggal 19 Agustus 2025 mereka juga mengadakan pelatihan langsung kepada perangkat desa mengenai cara pengoperasian website, sehingga perangkat desa dapat memperbarui informasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Website Baru yang Lebih Modern dan Menarik
Salah satu pembaruan paling mencolok dari website desa yang baru adalah tampilannya yang lebih modern, bersih, dan menarik. Jika website lama memiliki desain yang kaku dan cenderung standar bawaan WordPress, kini website Desa Banyuanyar hadir dengan antarmuka pengguna yang lebih segar. Tampilan ini memudahkan masyarakat untuk menemukan informasi yang dibutuhkan, baik terkait berita desa, kegiatan, maupun informasi layanan.
Tidak hanya soal estetika, mahasiswa KKN juga memperhatikan aspek pengalaman pengguna. Website baru didesain agar mudah digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Navigasi yang jelas, struktur informasi yang rapi, serta responsivitas di berbagai perangkat menjadikan website ini ramah bagi seluruh pengguna.
Lebih Mudah Dikelola oleh Perangkat Desa
Salah satu kelemahan dari website lama adalah sulitnya melakukan pembaruan, terutama karena akses administrator yang terblokir. Hal ini mengakibatkan website benar-benar “mati” dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Melalui website baru yang dibangun menggunakan teknologi Next.js, perangkat desa kini dapat lebih mudah melakukan pemeliharaan. Mahasiswa KKN merancang sistem agar pengelolaan konten lebih sederhana dan tidak membutuhkan keahlian teknis tinggi. Artinya, perangkat desa tidak perlu lagi bergantung pada pihak luar hanya untuk memperbarui informasi. Cukup dengan pelatihan singkat, perangkat desa dapat menambahkan berita, mengubah data, atau mengunggah informasi terbaru sesuai kebutuhan.
Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, turut menyampaikan apresiasinya: “Wah mantep nih. Web sebelumnya saya pusing kalau mau upload berita di web desa. Kalau yang ini tinggal input-input saja, rasanya seperti posting di media sosial,” ungkapnya dengan antusias.
Kemudahan maintenance ini menjadi nilai tambah yang sangat penting karena memastikan website akan selalu hidup, aktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Efisiensi Anggaran Hingga 85%
Selain tampilan yang lebih cantik dan kemudahan dalam pengelolaan, website baru ini juga memberikan keuntungan besar dalam hal penghematan anggaran. Website lama yang berbasis WordPress memerlukan biaya tahunan yang cukup besar, baik untuk domain, hosting, maupun plugin tambahan.
Dengan beralih ke teknologi baru, biaya tahunan yang dibutuhkan turun drastis hingga 85% lebih hemat. Penghematan ini tentu sangat berarti bagi anggaran desa, karena dana yang sebelumnya digunakan untuk pemeliharaan website kini dapat dialokasikan untuk program lain yang lebih prioritas.
Website Lebih Cepat dan Responsif
Selain hemat biaya, website baru Desa Banyuanyar juga jauh lebih cepat dibandingkan website lama. Waktu loading halaman yang sebelumnya memakan waktu beberapa detik kini dapat dipangkas signifikan, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi dengan lebih nyaman.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Budhi, mengungkapkan pengalamannya: “Saya coba buka sendiri, memang terasa lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Tidak perlu menunggu lama, halaman langsung tampil dengan lancar. Ini penting supaya masyarakat betah dan mau sering membuka website desa,” ujarnya.
Kecepatan ini berkat pemanfaatan Next.js, sebuah framework modern berbasis JavaScript yang dikenal dengan performa tinggi dan efisiensi dalam penyajian konten. Dengan demikian, website tidak hanya tampil indah, tetapi juga bekerja secara optimal.
Manfaat bagi Masyarakat dan Desa
Hadirnya website baru ini tentu membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Banyuanyar. Website dapat menjadi pusat informasi yang selalu diperbarui, misalnya mengenai kegiatan desa, pengumuman penting, layanan administrasi, hingga berita seputar pembangunan.
Selain itu, website juga berfungsi sebagai etalase digital Desa Banyuanyar yang dapat diakses oleh siapa saja, termasuk masyarakat dari luar desa. Hal ini berpotensi memperluas jaringan kerja sama, memperkenalkan potensi desa, serta mendukung promosi produk-produk lokal yang dimiliki oleh warga.
Bagi pemerintah desa, website ini menjadi sarana yang efektif untuk transparansi dan komunikasi dengan warga. Informasi yang sebelumnya hanya bisa disampaikan melalui papan pengumuman fisik kini bisa diakses kapan saja secara online. Hal ini mendukung prinsip pemerintahan desa yang terbuka, cepat, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Kolaborasi Nyata Mahasiswa dan Masyarakat
Pembangunan website ini tidak hanya sekadar hasil kerja mahasiswa KKN, tetapi juga merupakan bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa dan perangkat desa. Mahasiswa hadir dengan pengetahuan dan keahlian teknologi, sementara perangkat desa memberikan arahan terkait kebutuhan informasi yang harus tersedia.
Melalui kerja sama ini, tercipta sebuah produk digital yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Banyuanyar. Website baru bukan hanya simbol teknologi, tetapi juga bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa.
Harapan ke Depan
Dengan adanya website baru Desa Banyuanyar, diharapkan desa dapat terus meningkatkan kualitas layanan publik melalui jalur digital. Website ini dapat menjadi fondasi awal untuk mengembangkan berbagai inovasi lainnya, seperti sistem pelayanan administrasi online, peta digital desa, hingga promosi pariwisata dan potensi lokal.
Kehadiran mahasiswa KKN UNS Kelompok 19 tahun 2025 telah memberikan kontribusi yang sangat berarti. Mereka tidak hanya menyelesaikan sebuah program kerja, tetapi juga meninggalkan warisan digital yang dapat dimanfaatkan oleh desa dalam jangka panjang.
Berita Lainnya


Pemerintah Pusat Akan Ambil Keputusan Terkait Tuntutan Pencabutan PMK 81 Siang Ini


