Gebrakan Baru! Kopi Boyolali Disulap Jadi Bernilai Jual Tinggi Berkat Sentuhan Batik dan Keris

BISNISMARKET.COM - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif di Desa Banyuanyar, Boyolali. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi IKM Kampus Kopi dengan sentuhan seni dan budaya, yaitu melalui inovasi batik dan keris.
Kegiatan tersebut disambut baik oleh Kepala Desa Banyuanyar, Bapak Komarudin, ST., di Sekretariat Ekraf IKM Kampus Kopi. Tim dari ISI Surakarta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, memberikan materi dan pelatihan secara langsung kepada masyarakat.
Dua dosen ISI Surakarta, Cahya Surya Harsakya, M.Sn., dan Syarifah Nur Hajja, M.Sn., bertindak sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Mereka mengajarkan proses pembuatan desain batik manual dan digital, yang kemudian dikembangkan dengan motif keris dan kopi sebagai ikon unggulan.
Also Read
Cosmos Gemilang, Raih Golden Brand of The Year 2025 dengan Predikat Tertinggi

“Kami ingin memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat agar potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk inovatif bernilai ekonomi,” ujar Cahya Surya Harsakya, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (22/8/2025).
Ia menekankan pentingnya inovasi dalam menciptakan produk yang berdaya saing. Melalui kegiatan ini, IKM Kampus Kopi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal mereka secara signifikan. Sinergi antara batik, keris, dan kopi tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain pelatihan desain, tim ISI Surakarta juga membantu pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk motif batik unggulan. Langkah ini sangat penting untuk melindungi karya seni lokal dan memberikan jaminan hukum bagi para pelaku usaha.
Also Read
Berkenalan dengan Daftar Menu Aqiqah, Ada Tradisional dan Modern, Pilih yang Mana?

Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, ST., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ISI Surakarta. Ia berharap, kegiatan ini mampu mengangkat citra desa sebagai sentra ekonomi kreatif yang berbasis budaya dan kearifan lokal.
Berita Lainnya

